Langsung ke konten utama

Postingan

Perbedaan berpikir praktis

Kadangkala saya merasa tidak perlu mendetilkan sesuatu karena "kalimat itu sudah utuh" untuk menjelaskan maknanya. Seperti penjelasan tersembunyi gitu. Bukan sastra yah 😅 dimana makna hanya penulis yang tahu. Misalkan saya hanya menyebutkan nama buku tanpa penulisnya. karena memang itu tidak di butuhkan banyak orang untuk mengetahuinya. Tapi kalau ada yang penasaran, dia bisa bertanya. Nah kesempatan juga kan untuk saling mencairkan suasana Tapi saya juga sering mendetilkan sesuatu karena memang di butuhkan agar tidak salah di mengerti. Misalkan teman yang ingin berkunjung ke kosan. Saya bahkan mendetilkan "bangunan" apa saja yang akan dia temui sepanjang perjalanan. Ada banyak perbedaan berpikir masalah praktis. Kalau saya sendiri mah terserah, yang penting semua orang 'mau' paham. Ada orang diluar sana yang mesti berurut sesuai abjad pendeskripsian. Kebalikan dari saya. Dan saya respect. Karena saya tau, cara berpikir saya yang ingin 's...
Postingan terbaru

Hiduplah untuk ...

Kita tidak ingin hidup kita di komentarin orang lain. Ya betul. Repot bila harus mendengar berbagai sudut pandang manusia. Lelah! Tapi kita juga tidak bisa hidup dengan modal keinginan kita sendiri. Sebab kita dan orang lain memiliki persamaan yakni sama-sama hamba allah yang dhoif (lemah). Maka dari itu, hiduplah sesuai pandangan (aturan) sang pencipta semesta yakni Allah SWT. Berharaplah ridhoNya, niscaya selamat dunia dan akhirat. Karena kebahagiaan haqiqi mesti berasal dari Dia yang memiliki keabadian dan kesempurnaan. Dekatlah denganNya, gapailah ridhoNya, niscaya surga di depan mata. Ambillah aturanNya, terapkan hukumNya, niscaya berkah dunia dalam genggamanmu. Ridho Allah, itu yang utama.

Persaudaraan kaum muslim

Dia mendakatiku, padahal awalnya dia sangat jauh. Bahkan tidak mengenalku. Boro-boro bisa dekat, ketemu saja sangat jarang. Namun kebetulan, kali ini kami dipertemukan di satu acara. Kuperhatikan dia, kudekati, namun dia enggan. Sudah sejak awal aku melihat wajahnya yang nampak tidak nyaman. Mungkin dikarenakan keberadaanku yang cukup asing baginya. Tapi bisa juga dia tidak nyaman dengan tempat yang baru dia kunjungi. Orang yang membersamainya sempat mengatakan kalau ini pertama kalinya mereka datang kesini. Saat sedang berdua dengannya. Aku mencoba untuk mendekat. Tapi sayang, dia menjauh. Pura-pura tidak peduli dengan keberadaanku. Sudahlah, aku juga tidak terlalu peduli. Sekalipun aku sempat tertarik dengannya. Dia sangat menggemaskan dengan pipi gembilnya. Dia sangat manis dengan kulitnya yang kecoklatan. Kami akhirnya berdiam di tempat masing-masing. Sesekali kuperhatikan dia yang sedang menikmati video-video lucu, unboxing karakter unik. Hingga tanpa sadar aku berkomentar me...

Rasakan...

Kau tak pernah menyentuhnya. Kau tak pernah mendambanya. Kau bahkan tak pernah memimpikannya. Kau, tiba-tiba hadir membersamainya. Makan berdua dengannya. Saat kau tak tau apa makanan kesukaannya. Semua itu terjadi... Kau, tiba-tiba mengobrol dengannya. Saat kau tak tau apa yang menjadi topik kesukaannya. Namun kau tetap mengobrol dengannya. Terus begitu... Hingga semua hal yang asing bagimu kini menjadi candu. Hingga sesuatu yang tidak kau ketahui, kini menjadi informasi penting bagimu. Semudah itu kau jatuh cinta padanya. Cinta yang dibenarkan oleh akalmu. Dibenarkan oleh tuhanmu. Rasakanlah sesuatu yang halal bagimu.

Ketika Kau Jatuh Cinta

Kau melihatnya, lalu hatimu berbunga-bunga. Perutmu menggelitik bahagia. Lagi dan lagi kau ingin terus melihatnya. Siapa keluarganya.Dia berjalan kemana dan siapa saja temannya kau sangat ingin mengetahuinya. Kau mulai mencari namanya di social media. Kau mulai melihat postingannya dan itu malah membuatmu semakin jatuh cinta. Lagi dan lagi kau memujanya. Awalnya kau tidak ingin dia tahu perasaanmu. Awalnya kau bahkan tidak ingin dia tahu keberadaanmu. Namun semua itu berakhir saat rasa sukamu semakin membesar. Rasa itu seolah ingin kau perlihatkan kepadanya. Rasa itu seolah ingin kau bagi dengannya. Tak adil bila kau jatuh cinta dan dia tak mengetahuinya. Bahkan kini kau ingin seluruh dunia harus tahu bahwa kau mencintainya. Kau begitu menyukainya hingga tak rela bila ada yang menyukainya. Kau berusaha katakan pada dunia agar tak ada yang merebutnya darimu. Ah jatuh cinta... Kembalilah wahai dirimu yang dulu sebelum kau pernah jatuh cinta padanya.