Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2019

Perbedaan berpikir praktis

Kadangkala saya merasa tidak perlu mendetilkan sesuatu karena "kalimat itu sudah utuh" untuk menjelaskan maknanya. Seperti penjelasan tersembunyi gitu. Bukan sastra yah 😅 dimana makna hanya penulis yang tahu. Misalkan saya hanya menyebutkan nama buku tanpa penulisnya. karena memang itu tidak di butuhkan banyak orang untuk mengetahuinya. Tapi kalau ada yang penasaran, dia bisa bertanya. Nah kesempatan juga kan untuk saling mencairkan suasana Tapi saya juga sering mendetilkan sesuatu karena memang di butuhkan agar tidak salah di mengerti. Misalkan teman yang ingin berkunjung ke kosan. Saya bahkan mendetilkan "bangunan" apa saja yang akan dia temui sepanjang perjalanan. Ada banyak perbedaan berpikir masalah praktis. Kalau saya sendiri mah terserah, yang penting semua orang 'mau' paham. Ada orang diluar sana yang mesti berurut sesuai abjad pendeskripsian. Kebalikan dari saya. Dan saya respect. Karena saya tau, cara berpikir saya yang ingin 's...

Hiduplah untuk ...

Kita tidak ingin hidup kita di komentarin orang lain. Ya betul. Repot bila harus mendengar berbagai sudut pandang manusia. Lelah! Tapi kita juga tidak bisa hidup dengan modal keinginan kita sendiri. Sebab kita dan orang lain memiliki persamaan yakni sama-sama hamba allah yang dhoif (lemah). Maka dari itu, hiduplah sesuai pandangan (aturan) sang pencipta semesta yakni Allah SWT. Berharaplah ridhoNya, niscaya selamat dunia dan akhirat. Karena kebahagiaan haqiqi mesti berasal dari Dia yang memiliki keabadian dan kesempurnaan. Dekatlah denganNya, gapailah ridhoNya, niscaya surga di depan mata. Ambillah aturanNya, terapkan hukumNya, niscaya berkah dunia dalam genggamanmu. Ridho Allah, itu yang utama.