Dia mendakatiku, padahal awalnya dia sangat jauh. Bahkan tidak mengenalku. Boro-boro bisa dekat, ketemu saja sangat jarang. Namun kebetulan, kali ini kami dipertemukan di satu acara. Kuperhatikan dia, kudekati, namun dia enggan. Sudah sejak awal aku melihat wajahnya yang nampak tidak nyaman. Mungkin dikarenakan keberadaanku yang cukup asing baginya. Tapi bisa juga dia tidak nyaman dengan tempat yang baru dia kunjungi. Orang yang membersamainya sempat mengatakan kalau ini pertama kalinya mereka datang kesini. Saat sedang berdua dengannya. Aku mencoba untuk mendekat. Tapi sayang, dia menjauh. Pura-pura tidak peduli dengan keberadaanku. Sudahlah, aku juga tidak terlalu peduli. Sekalipun aku sempat tertarik dengannya. Dia sangat menggemaskan dengan pipi gembilnya. Dia sangat manis dengan kulitnya yang kecoklatan. Kami akhirnya berdiam di tempat masing-masing. Sesekali kuperhatikan dia yang sedang menikmati video-video lucu, unboxing karakter unik. Hingga tanpa sadar aku berkomentar me...